psychological distress (distres psikologis)
PSYCHOLOGICAL DISTRESS (DISTRES PSIKOLOGIS)
Pengertian psychological distress
Psychological distress
adalah keadaan subjektif yang tidak menyenangkan. Menurut Mirowsky dan Ross (2003)
distress diakibatkan oleh dua bentuk
utama yaitu depresi dan kecemasan. Depresi adalah perasaan sedih, kehilangan
semangat, kesepian, putus asa, atau tidak berharga, berharap orang lain atau dirinya mati,
kesulitan tidur, menangis, merasa segala sesuatu adalah sebuah usaha (bukan hasil), dan tidak
mampu untuk melakukan sesuatu. Kecemasan adalah ketegangan, gelisah, khawatir, marah, dan
takut.
Depresi dan kecemasan masing-masing
dibagi kedalam dua bentuk yaitu mood
(suasana hati) dan malaise (rasa
tidak enak pada tubuh) (Mirowsky & Ross, 2003). Mood mengacu pada perasaan seperti kesedihan depresi atau khawatir
akan kecemasan. Malaise mengacu pada
keadaan tubuh, seperti kelesuan dan gangguan depresi (kegelisahan) dan penyakit
otonom seperti sakit kepala, sakit perut, atau pusing dikarnakan kegelisahan.
Depresi dan kecemasan, mood dan malaise keduanya terkait dengan dua cara
yaitu peta zona sosial yang tinggi dan rendah yang sangat serupa dan orang yang
menderita dari biasanya cenderung menderita lebih dari orang lain (meskipun
belum tentu pada saat yang sama).
Chalfant,
Heller, Roberts, Briones, Hochbaum, dan Farr (1990),
mendefinisikan psychological distress
sebagai pengalaman terus menerus ketidakbahagiaan, gugup, marah, dan hubungan
interpersonal yang bermasalah. Menurut Kessler, et.al, (2002), Psychological distress adalah suatu ketidakstabilan kondisi yang
berdampak pada masalah ketidaknyamanan emosional, kognisi, perilaku, dan
perasaan individu seperti kecemasan, suasana hati depresi,
kepenatan atau kelelahan, dorongan untuk selalu bergerak tanpa istirahat, dan
ketidakberhargaan diri individu.
Menurut Quick, Quick, Nelson dan
Hurrel (1997), distress (strain)
individu adalah derajat penyimpangan fungsi kesehatan individu pada fisiologis,
psikologis, dan perilaku. Distress
individual dan strain biasanya dijumpai gangguan seperti penyakit
kardiovaskular (fisiologis), depresi (psikologis), dan kekerasan (perilaku).
Menurut Shaheen dan Alam (2010), psychological distress mengarah pada beberapa situasi pemikiran dan perasaan negatif seseorang seperti ketidaknyamanan, frustasi, mudah marah, khawatir, dan cemas. Dalam bentuk sederhana psychological distress dipandang sebagai sebuah konstruk yang mempresentasikan aspek-aspek fungsi negatif (Karim, 2009).
Menurut Shaheen dan Alam (2010), psychological distress mengarah pada beberapa situasi pemikiran dan perasaan negatif seseorang seperti ketidaknyamanan, frustasi, mudah marah, khawatir, dan cemas. Dalam bentuk sederhana psychological distress dipandang sebagai sebuah konstruk yang mempresentasikan aspek-aspek fungsi negatif (Karim, 2009).
Ciri-ciri psychological distress
Psychological distress merupakan
gangguan depresi dan kecemasan. Berdasarkan Diagnostic
and statistical manual of mental disorders – 5th (DSM-V) ciri-ciri psychological distress adalah sebagai
berikut:
1.
Gangguan
depresif mayor
Gangguan
depresif mayor mempresentasikan kondisi klasik pada kelompok gangguan ini.
Karakteristik pada gangguan ini memiiki ciri-ciri gejala yang berulang lebih
dari 2 minggu dan disertai perubahan afeksi, kognisi, fungsi neurovegentatif
dan pemaafan pada peristiwa di dalam diri individu.
Pada
gangguan depresif mayor, lima atau lebih dari simptom berikut yang
mempresentasikan serupa selama periode 2 minggu dan diikuti sebuah perubahan
dari fungsi sebelumnya; salah satu dari
gejala berikut (1) suasana hati yang depresi (depressed mood), (2)
kehilangan minat atau kesenangan.
Kriteria
diagnostik:
a.
Perasaan depresi
lebih dari sehari, hampir setiap hari, sebagai indikasi salah satu laporan
subjektif (contohnya, merasa sedih, hampa, putus asa) atau menggunakan
observasi orang lain (contohnya, nampak menangis).
(Catatan:
pada anak-anak dan remaja dapat menjadi perasaan mudah marah).
b.
Berkurangnya
minat atau kesenangan pada semua atau beberapa aktivitas.
c.
Berat badan
secara signifikan berkurang ketika tidak melakukam diet atau penambahan berat
serta penambahan dan pengurangan pada nafsu makan. (Catatan: pada anak-anak,
kegagalan membuat kenaikan pada berat badan).
d.
Insomnia atau
hyperimsomnia hampir setiap hari.
e.
Agitasi atau
retardasi psikomotorik (merasa kurang beristirahat).
f.
Kelelahan atau
kehilangan tenaga.
g.
Merasa tidak
berharga atau rasa bersalah yang berlebihan.
h.
Berkurang
kemampuan untuk berpikir, konsentrasi, atau ragu-ragu.
i.
Berulang kali
memikirkan tentang kematian, merencanakan secara spesifik mengenai ide atau
percobaan untuk bunuh diri.
2.
Gangguan kecemasan secara umum
Gangguan
kecemasan merupakan gangguan yang terbagi dari berbagai macam ketakutan yang
berlebihan serta gangguan perilaku yang terkait. Ketakutan adalah respon
emosional terhadap ancaman nyata atau yang dirasakan sedangkan kecemasan
antisipasi ancaman masa depan.
Kriteria
diagnostik untuk gangguan ini adalah sebagai berikut:
a.
Keresahan.
b.
Mudah lelah.
c.
Sulit
berkonsentrasi atau pikiran menjadi kosong.
d.
Cepat marah.
e.
Otot menegang.
f.
Gangguan tidur
(kesulitan untuk tetap terjaga atau ketidakpuasan tidur).
Komentar