Bahasa dan Pikiran
BAHASA DAN PIKIRAN
Bahasa adalah keterbukaan manusia terhadap realitas. Bahasa dan pikiran
adalah tempat terjadinya pristiwa (Geschehen) realitas. Secara garis besar
terdapat 2 paham tentang bahasa, yakni instrumentalisme dan determinisme.
Instrumentalisme memandang bahasa sebagai suatu alat untuk mengungkakapkan
persepsi, pikiran, dan rasa perasaan (emosi), paham determinisme berpendapat
bahwa manusia hanya dapat mempersepsi, berfikir, dan merasakan karena adanya
bahasa.
Dengan
kata lain, menurut paham instrumentalis bahasa adalah suatu alat, sedangkan menurut
paham determinisme bahasa adalah syarat untuk mempersepsi, berpikir, dan
merasakan. Paham instrumentalis lebih sngat kuat menguasai pengalaman
seharo-hari dalam pemakaian bahasa, tetapi terasa pula dalam (kebanyakan)
praktek pemikiran ilmiah.
Pikiran
dan bahasa, sesungguhnya merupakan tempat terjadinya peristiwa realitas.
Berfikir adalah suatu tanggapan. Kegiatan berfikir sebagai jawaban terhadap
kata suara realitas mencari ungkapannya yang tepat sehingga realitas dapat
menjadi bahasa dan selanjutnya dapat dikomunikasikan. Bahasa adalah jawaban
manusia terhadap panggilan realitas kepadanya.
Berpikir
secara konseptual adalah bertolak belakang dengan berpikir yang benar-benar
berpikir. Dalam Berpikir tidak konseptual, kita mempertanyakan bagaimana
realitas tertentu diartikulasi dengan konsep tertentu.
Fungsi-fungsi bahasa
- Fungsi informatif yaitu meng-iya-kan atau menolak proposisiatau pula menyuguhkan argumen/argumentasi. Ilmu adalah contoh yang jelas dari realisasi fungsi informatif bahasa.
- Fungsi ekspresif yakni dipakai sebagai alat pengungkapan rasa perasaan dan sikap
- Fungsi direktif, yakni pemakaian bahasa untuk menyebabkan atau menghalangi suatu perilaku. Perintah atau permintaan merupakan contoh jelas fungsi direktif bahasa.
PEMIKIRAN
Pemikiran adalah aksi (act) yang
menyebabkan pikiran mendapatkan pengertian baru dengan perantaraan hal yang
sudah diketahui. Berpikir yang pada hakikatnya bersifat membangun (konstruktif)
tidak berhenti pada pola-pola, pada teori-teori, pada pagar (yang disebut)
“conventional wosdom”, atau pada tembok-tembok sistem.
Prinsip-prinsip
dasar pemikiran
Pikiran
adalah benda kodrat dan psinsip-prinsip pemikiran meliputi:
- Prinsip identitas: prinsip ini langsung, anlitis dan jelas dengan sendirinya. Artinya, prinsip ini tidak membutuhkan pembuktian.
- Prinsip pembatalan: prinsip ini langsung, analitis dan jelas dengan sifatnya.
- Prinsip penyiihan kemungkinan ketiga: apabila terdapat dua dua proposisi yang kontradiktoris, yamg merobohkanyang lain, pastilah salah satu dari proposisi itu salah. Tidak mungkin terdpat kemungkinan ketiga.
- Prinsip alasan yang mencukupi: segala sesuatu yang dapat dimengerti tapi tidak semua relitas dapat dimengertisecara memadai oleh pikiran kita yang terbatas
Secara subjektif Pemikiran langsung adalah suatu proses
pikiran yang dengannyakita bergerak dari suatu proposisi ke prosisi lain tanpa
pertolongan proposisi ketiga. Secara objektif adalah hubungan yang terdapat
antara dua proposisi semacam itu.
Pemikiran tidak langsung didasarkan
pada realitas cara akal budi bergerak. Pemikiran tidak langsung dapat dibagi
menjadi: pemikiran deduktif (silogisme deduksi), pemikiran induktif (induksi),
dan konvergensi kemungkinan (argument komulatif). Argumen kumulatif adalah
pemikiran yang berdasar pada alasan-alasan yang merujuk pada fakta yang sama
sebagai satu-satunya penjelasannya.
Daftar
pustaka:
Poespoprodjo,w. 2007. Logika
Scientika Pengantar Dialektika dan Ilmu. Pustaka Grafika: Bandung
Komentar