istilah psikologi dalam jurnal. Bagian 1
Istilah Psikologi Dalam
Jurnal
1. cerebral palsy = Lumpuh
otak adalah suatu
kondisi terganggunya fungsi otak dan jaringan saraf yang mengendalikan gerakan,
laju belajar, pendengaran, penglihatan, kemampuan berpikir.
2.
prosocial
behavior = Perilaku prososial, atau "perilaku sukarela dimaksudkan untuk
manfaat lain", terdiri dari tindakan-tindakan yang "menguntungkan
orang lain atau masyarakat secara keseluruhan, "seperti membantu, berbagi,
menyumbangkan, co-operasi, dan relawan.
3.
gene–
environment = Interaksi gen lingkungan- adalah fenotipik efek dari
interaksi antara gen dan lingkungan.
4.
affection =
afeksi, disposisi
atau keadaan yang jarang pikiran atau tubuh" yang sering dikaitkan dengan
perasaan atau jenis cinta
5.
impatient =
Ketidaksabaran, adalah ketidakmampuan untuk menunggu atau bertahan dengan
tenang, tanpa amarah, kekesalan atau kalah, atau tindakan irasional
6.
hostile-reactive
behavior = perilaku memusuhi-reaktif
7.
self-efficacy = Self-efficacy adalah istilah yang digunakan
dalam psikologi , kira-kira sesuai dengan kepercayaan seseorang dalam
kompetensi mereka sendiri.
8.
antisocial
behavior = Perilaku anti-sosial adalah perilaku yang tidak memiliki pertimbangan
untuk orang lain dan yang dapat menyebabkan kerusakan kepada masyarakat, baik
sengaja atau melalui kelalaian , sebagai lawan untuk pro-perilaku sosial,
perilaku yang membantu atau bermanfaat bagi masyarakat. Pidana dan hukum sipil
di berbagai negara menawarkan obat untuk perilaku anti-sosial.
9.
Bullying: bentuk kekerasan verbal maupun
non verbal yang dilakukan seseorang atau sekelompok orang terhadap seseorang
atau sekelompok orang.
10.
School violence: kekerasan yang terjadi di
sekolah.
11.
Bullies: pelaku bullying.
12.
Victims: korban bullying.
13.
Bully-victims: anak yang menjadi korban
bullying kemudian menjadi pelaku bullying.
14.
Teacher rating: informasi yang disediakan oleh
guru untuk mengidentifikasi anak yang menjadi pelaku dan korban bullying.
15.
Self report: laporan yang dibuat anak yang
menggambarkan hal apa saja yang mereka alami dan rasakan.
16.
Terrorist = sekumpulan orang yang
melakukan tindakan kejahatan
17.
Jihadi=
berjuang di jalan allah
18.
Religious=
kepercayaan /kenyakinan seseorang
19.
Sympathies=
ikut merasakan apa yang dirasakan oleh orang la
20.
Hypothesis=
dugaan semetara dalam penelitian
21.
Cultural
stream= aliran
22.
Political
islam= politk dalam dunia islam
23.
Motivated=
kesimpulan dari suatu usaha
24.
Labeling=
pencapan
25.
distress-maintaining : mempertahankan tekanan seseorang
26.
self-contained : kemandirian atas diri
sendiri
27.
problem solving :
bagaimana seseorang memecahkan masalahnya
28.
self-defeating :
mengalahkan diri sendiri
29.
behaviour :
perilaku atau tingkah laku
30.
perception : persepsi seseorang
terhadap sesuatu
31.
personality :
kepribadiaan
32.
self-concept : konsep untuk diri sendiri
33.
ego-involved : ego yang terlibat
34.
Self-focused
attention: perhatian yang terfokus pada diri sendiri
35.
Hypothesis:
hipotesis (dugaan hasil awal yang berupa pernyataan peneliti terhadap apa yang
ditelitinya)
36.
Self-awareness:
kesadaran diri (keadaan seseorang dimana dia sadar terhadap dirinya, baik apa
yang dipikirkan dan dilakukan)
37.
Conscious:
sadar/pikiran sadar
38.
Unconscious:
tidak sadar/bawah sadar/alam bawah sadar
39.
Memory:
memori (sesuatu yang diingat dalam pikiran)
40.
Cognitive:
kognitif (berhubungan dengan proses sistem kerja pikiran atau otak manusia)
41.
Lexical
decision: mengukur seberapa cepat seseorang dalam pengambilan keputusan
42.
Emotion
recognition: rekognisi emosi (pengenalan terhadap emosi)
43.
Self-focused
attention: perhatian yang terfokus pada diri sendiri
44.
Optimistic:
optimis (perasaan yakin terhadap sesuatu yang baik akan terjadi yang memberi
harapan positif serta menjadi pendorong untuk berusaha ke arah kemajuan atau
kejayaan)
45.
Self-awareness:
kesadaran diri (keadaan seseorang dimana dia sadar terhadap dirinya, baik apa
yang dipikirkan dan dilakukan)
46.
Self-regulation:
regulasi diri (pengaturan dalam diri seseorang berhadapan dengan
rangsangan atau rangsangan dari luar)
47.
Motivation:
motivasi (proses yang memberikan energi, mengarahkan, dan mempertahankan
perilaku)
48.
Cognition:
kognisi (proses pikiran)
49.
Emotion:
emosi (reaksi tubuh menghadapi situasi tertentu)
50.
Active
coping: pengambilan langkah-langkah secara aktif dengan mencoba mencari cara
untuk mengatasi pengaruh dari sumber tekanan
51.
Self-efficacy:
efikasi diri (keyakinan seseorang bahwa dia mampu untuk melakukan sesuatu)
52.
Happiness :
kebahagiaan
53.
Mental
health : kesehatan mental
54.
Religiosity :
keberagamaan
55.
Negative
emotions : emosi
negatif
56.
Positive
emotions : emosi positif
57.
Depression : depresi
58.
Well-being :
kesejahteraan
59.
Satisfaction :
kepuasan
60.
Physical
health : kesehatan fisik
61.
Self-esteem : kepercayaan diri
62.
Self-control : kontrol diri
(pengontrolan diri)
63.
Death
anxiety : kecemasan
dalam menghadapi kematian
64.
Anxiety : kecemasan
65.
Self-report
scale : sebuah skala
pengukuran dalam bidang psikologi berdasarkan laporan diri seseorang.
66.
Stress : stress (sebuah keadaan atau kondisi
dimana mental merasa tegang)
67.
Worry : khawatir
68.
Personality : kepribadian
69.
Behavior : perilaku
70.
Trait :
sifat
71.
Validity : kebenaran (alat ukur yang kita gunakan
dapat mengukur apa yang inigin kita ukur)
72.
Reliable : dapat di percaya
(hasil alat ukur selalu konsisten)
73.
Daily
living form : formulir
kegiatan sehari-hari (formulir penelitian yang isinya berkaitan dengan kegiatan
sehari-hari peserta peneltian)
74.
HIV
(Human Imunodeficiency Virus): Virus yang memperlemah kekebalan tubuh
manusia.Virus ini dapat menular melalui hubungan seks,transfuse darah,jarum
suntik yang terkontaminasi,antara ibu dan bayi selama masa hamil,menyusui,atau
persalinan,serta melalui kontak tubuh dengan orang yang terinfeksi HIV melalui
lapisan kulit dalam atau cairan tubuh seperti darah,air mani,cairan vagina,dan
sebagainya.
75.
AIDS(Acquired
Immunodeficiency Syndrome): Gejala atau infeksi yang timbul karena rusaknya
system kekebalan tubuh manusia oleh
virus yang bernama HIV.Penyakit ini termasuk penyakit mematikan yang
sudah merenggut banyak nyawa dan hingga kini belum ditemukan obatnya
76.
HIV
Primary prevention : Pencegahan tahap awal HIV,yaitu mencegah seseorang
tertular atau terinveksi HIV
77.
HIV
Secondary Prevention : Pencegahan tahap kedua HIV,yaitu mengurangi atau
meminimalisir dampak kesehatan merugikan dan konsekuensi psikologis dari
seseorang yang sudah terinfeksi HIV
78.
Condom/kondom
: Alat kontrasepsi atau alat pencegah kehamilan atau penularan penyakit kelamin
yang digunakan pada saat akan bersenggama
79.
STD(Sexually
Transmitted Disease) : Penyakit seks menular(PMS) seperti AIDS
80.
MSM(Men
Sex Men) : Laki-laki yang melakukan hubungan seks dengan laki-laki lain(gay)
81.
IDUs(Injection
Drug Users) : Pengguna obat terlarang (drugs)
82.
Antiretroviral
Theraphy : Pengobatan untuk perawatan infeksi retrovirus,terutama HIV
83.
HAART(Highly
Active Antiretroviral Theraphies) : terapi antiretroviral yang sangat
aktif,merupakan kombinasi dari beberapa obat antiretroviral
84.
HIV
Prevention Intervention : Intervensi pencegahan HIV
85.
Gonorrhea
: Nama awamnya penyakit kencing nanah,salah satu dari penyakit seks
menular.Penyakit ini termasuk yang paling sering dan paling mudah terjadi
86.
Randomized
Controlled Trial : Percobaan secara acak yang terkontrol
87.
HIV
(Human Imunodeficiency Virus): Virus yang memperlemah kekebalan tubuh
manusia.Virus ini dapat menular melalui hubungan seks,transfuse darah,jarum
suntik yang terkontaminasi,antara ibu dan bayi selama masa hamil,menyusui,atau persalinan,serta
melalui kontak tubuh dengan orang yang terinfeksi HIV melalui lapisan kulit
dalam atau cairan tubuh seperti darah,air mani,cairan vagina,dan sebagainya
88.
AIDS(Acquired
Immunodeficiency Syndrome): Gejala atau infeksi yang timbul karena rusaknya
system kekebalan tubuh manusia oleh
virus yang bernama HIV.Penyakit ini termasuk penyakit mematikan yang
sudah merenggut banyak nyawa dan hingga kini belum ditemukan obatnya
89.
Condom/kondom
: Alat kontrasepsi atau alat pencegah kehamilan atau penularan penyakit kelamin
yang digunakan pada saat akan bersenggama
90.
STD(Sexually
Transmitted Disease) : Penyakit seks menular(PMS) seperti AIDS
91.
Academic dishosnesty :
kecurangan akademis, yaitu perilaku curang atau mencontek pada bidang akademis sekolah/perkuliahan
92.
Plagiarisme : perilaku
menjiplak/memplagiat
93.
Gifted : Bakat, potensi yang
dimiliki individu
94.
Stress : Stress, gangguan karena ketidak
seimbangan antara fisik dan mental
95.
Motivation : proses
yang menjelaskan intensitas, arah, dan
ketekunan seorang individu untuk mencapai tujuannya/ alasan yang mendasari
sebuah perbuatan yang dilakukan oleh seorang individu (dorongan/pemicu) dari
sebuah perilaku
96.
Intrinsic Motivation :
Motivasi dari dalam diri individu
97.
Ekstrinsik Motivation :Motivasi
yang bersumber dari luar individu
98.
Attitudes : Sikap,
perilaku secara kompleks atau penilaian terhadap seseorang
99.
Hypothetikal :
diasumsikan sebagai hypothesis (dugaan sementara)
100. Perception : Persepsi, sebuah proses saat
individu mengatur dan
menginterpretasikan kesan-kesan sensoris mereka guna memberikan arti
bagi lingkungan mereka.
101.
Behavior :
Perilaku, wujud dari jiwa atau mengacu pada tindakan dan tingkah laku yang
dibuat oleh organisme, sistem, atau entitas buatan dalam
hubungannya dengan lingkungannya, yang meliputi sistem lain atau
organisme sekitar serta lingkungan fisik. BIsa dikatakan
respon dari stimulus.
102.
Technopobic :
Gaptek teknologi, tidak mengerti dengan teknologi khususnya internet (dalam
jurnal)
103.
Normal :
Sesuai dengan apa yang diharapkan masyarakat, atau norma yang berlaku
104.
Objective :
Benar-benar sesuai pada objek, nyata tanpa dibuat-buat
105.
Pesimisme :
paham yang menganggap bahwa segala sesuatu yang
ada pada dasarnya adalah buruk atau jahat
106. Prejudice = prasangka, pendapat (
anggapan) yang kurang baik mengenai sesuatu sebelum mengetahui (menyaksikan,
menyelidiki) sendiri
107. Stereotyping = tanggapan,
sambutan terhadap ucapan (kritik, komentar)
108. Attitude = sikap, perbuatan yang
terlihat seperti; tegap, tegas, sigap
109. Racism = rasisme / rasialisme;
prasangka berdasarkan keturunan bangsa
Compatible blocks = blok kompatibel, mengeblok kemampuan untuk bergerak dan bekerja dengan keserasian
Compatible blocks = blok kompatibel, mengeblok kemampuan untuk bergerak dan bekerja dengan keserasian
110. Pleasant = menyenangkan, perasaan
yang membuat seseorang bahagia; memuaskan; menarik (hati)
Overt behavior = perilaku terang-terangan, perilaku yang terlihat
Overt behavior = perilaku terang-terangan, perilaku yang terlihat
111. Stimulus = stimulus, perangsang
organisme bagian tubuh atau reseptor lain untuk menjadi aktif
112. Task value : nilai tugas
113. Achievement : prestasi
114. Requirement : keperluan
115. Treatment : pengobatan
116. Belief : kepercayaan
117. Expectancy :harapan
118. Role : peran
119. Appendix : lampiran
120. Aptitude : kecenderungan
121. Stereotype : prasangka negatif/positif terhadap seseorang atau
kelompok masyarakat tertentu
122. Ability : kemampuan
123. Social skill: kecakapan social
(kemampuan untuk berinteraksi secara positif
baik perilaku verbal maupun nonverbal yang diperlukan untuk komunikasi
interpersonal yang efektif)
124. Asperger syndrom: sindrom
asperger (kelainan syaraf otak yang diidentifikasi dengan memliki tingkat intelegensi dan bahasa yang
normal namun mengalami kekurangan dalam hubungan social dan kecakapan
komunikasi)
125. Autism: gangguan interaksi social
dan komunikasi, dan perilaku terbatas dan berulang.
126. Efficacy: efikasi (keyakinan
terhadap kemampuan diri)
127. Mental health: kesehatan mental
(keadaan dimana mental
128. Ability: kemampuan
129. Disorder: penyakit atau gangguan
130. Acquistion: kemahiran
terhadapsesuatu
131. Adolescent: remaja
132. Deficit: kekurangan
133. Social reciprocity: timbal balik
sosial
134. Problem Solving = Pemecahan Masalah
135. Pemecahan Masalah adalah strategi
/ jalan yang digunakan untuk menyelesaikan suatu masalah.
136. Transformation Problem: strategi
pemecahan masalah dengan memanipulasi objek atau simbol menurut aturan
tertentu.
137. Mental Imagery : Gambaran mental,
artinya cara kita untuk menggambarkan suatu hal dalam pikiran kita sendiri.
138. Cognitive strategy : strategi
dalam berpikir yang ada pada setiap orang.
139. Trial and error: strategi yang
digunakan dalam memecahkan masalah dengan mencoba – coba setiap strategi
sehingga dapat menemukan pemecahannya.
140. Episodic Memory: Ingatan
Episodik. Artinya, pengalaman atau kejadian yang bersifat personal dalam
kehidupan masa lalu.
141. Recognition: Proses pemanggilan
memori untuk mengingat sesuatu hal yang telah dilihat sebelumnya.
142. Incremental strategy: strategi
tambahan
143. Working memory: sistem kapasitas
terbatas untuk menyimpan informasi sementara waktu.
144. Creative thinking; berpikir
dengan daya kreatif.
145. Instinctive : resulting from
instinct
146. Perception : is the process of attaining awareness or understanding of the environment
by organizing and interpreting sensory information
147. Logic : is
the formal systematic study of the principles of valid inference and correct
reasoning.
148. Neuroscience : is
the scientific study of the nervous system.
149. Emotion : is a complex psychophysiological experience of an individual's state of mind as
interacting with biochemical
(internal) and environmental
(external) influences.
150. Consciousness : is
a term that refers to the relationship between the mind and the world with which it interacts.
151. Affect : is
a key part of the process of an organism's interaction with stimuli.
152.
affect
heuristic : is
a heuristic in which current affect influences decisions.
153.
Decision making : can be regarded as the mental processes (cognitive process) resulting in the selection of a course of action among
several alternative scenarios.
154. Threat : is
an act of coercion wherein an act is proposed to elicit a negative response
155. Intelligent : having the faculty of reasoning and understanding
156. Borderline
Personality = kepribadian terbatas
157. Neuroticism
= keceamasan
158. Extraversion
= extravert
159. Agreeableness = sifat yang
disetujui
160. Conscientiousness = sifat
berhati-hati, sifat mendengarkan kata hati.
161. Schizophrenia = penyakit jiwa
162. Self-damaging = sifat yang
merusak misalkan seperti penyalahgunaan zat, penyimpangan seksual, melukai diri
sendiri, bunuh diri
163. Betrayal trauma = trauma akibat
penghianatan
164. Abuse = meperlakukan dengan kasar/
pelecehan
165. Attachment = kasih sayang
166. Awareness
= kesadaran
167. Sexual abuse = pelecehan sexual
168. Physical abuse = kekerasan fisik
169. Traumatic loss: kehilangan
traumatik. Kehilangan traumatis pada anak-anak dan remaja memiliki sejumlah
gambaran yang khas. Kehilangan traumatik memiliki emosi yang intens dan rasa
sakit yang mendalam atas kehilangan orang-ornag yang mereka cintai.
170. Trauma symptoms: gejala trauma.
Gejala trauma yang dimaksud antara lain, kesulitan tidur, kehilangan minat
belajar, kesulitan bersosialisasi, kesulitan berkonsentrasi.
171. Treatment trauma: penanganan
trauma. Ada beberapa treatment yang bisa diberikan untuk anak-anak yang
mengalami keadaan trauma. Misalnya:
172. Traumatic grief cognitive
behavioral therapy (TG-CBT)
173. UCLA Trauma/ Grief program for adolescents
174. Group and trauma intervention for
elementary-Aged children
175. Child-parent psychotherapy (CPP)
176. childhood
traumatic grief (CTG): kesedihan trauma anak. Trauma kesedihan pada masa
anak-anak yang dimaksud seperti, pelecehan seksual, kekerasan fisik, atau
kekerasan domestik yang tidak mengakibatkan kematian, gangguan kesehatan
mental, masalah kecemasan lain, depresi, dan gangguan berperilaku.
177. posttraumatic stress disorder
(PTSD): pasca trauma stres disorder. Hal ini terjadi setelah anak-anak
mengalami keadaan trauma yang menyakitkan.
178. depression: depresi. Depresi
terjadi saat kesedihan atas kehilangan orang yang mereka cintai terus
mengganggu pikiran, emosi dan ingatan si anak.
179. anxiety : kecemasan. Rasa cemas yang dialami si anak adalah merupakan
komponen lain dari CTG. Mereka menyalahkan diri sendiri atas kematian orang
yang dicintai atau merasa bersalah yang intens atas kematian orang yang mereka
cintai sedangkan mereka selamat. Mereka mengakui adanya kesamaan atas dirinya
dan yang sudah meninggal, sehingga menimbulkan kecemasan pada mereka bahwa
mereka juga akan meninggal secara tragis dan mengerikan.
180. behavior problems: perilaku
bermasalah. Perilaku bermasalah akibat keadaan trauma yang mereka alami adalah
kesulitan dalam berperilaku dan menunjukkan perilaku yang tidak wajar, misalnya
murung, sedih atau yang lainnya.
181. emotion: emosi. Mereka cenderung
memiliki emosi negatif dari trauma yang mereka alami, misalnya menjadi negatif
thinking terhadap hal-hal yang mungkin berhubungan dengan keadaan trauma yang
mereka alami sebelumnya.
182. cognitive: kognitif (pikiran).
Secara kognitif anak-anak yang mengalami keadaan trauma akan terganggu seperti
misalnya kesulitan dalam berkonsentrasi, berkurangnya minat belajar dan
lain-lain.
183. psychotherapy: psikoterapi.
Psikoterapi adalah salah satu penanganan yang digunakan untuk menangani kasus
trauma kehilangan yang di alami anak. Psikoterapi ini melibatkan sesi bersama
dengan orang tua dan anak-anak mereka yang berfokus pada menyelesaikan perilaku
maladaptive, mendukung interaksi sesuai dengan tahapan perkembangan, dan
membimbing keduanya untuk membuat narasi peristiwa traumatik. Belakangan
Lieberman, dkk. Mengadaptasi terapi ini untuk menangani anak-anak muda yang
kehilangan orang tuanya.
184. Patologi
: ilmu tentang penyakit.
185. Psikiatri : cabang (spesialisasi) ilmu kedokteran yang
berhubungan dengan penyakit jiwa.
186. Atensi : perhatian; minat.
187. Perspektif : sudut pandang; pandangan.
188.
Psikopatologi
: bagian dari ilmu psikologi yang menjadikan gejala kejiwaan sebagai objeknya.
189. Delusi : pikiran atau pandangan yang tidak berdasar (tidak rasional),
biasanya berwujud sifat kemegahan diri atau perasaan dikejar-kejar; pendapat
yang tidak berdasarkan kenyataan; khayal.
190. Double personality disorder :
gangguang kepribadian ganda.
191. Validitas : sifat benar menurut bahan bukti yg ada, logika berpikir, atau
kekuatan hukum; sifat valid; kesahihan.
192. Motivasi : dorongan yang timbul pada diri seseorang secara sadar atau tidak
sadar untuk melakukan suatu tindakan dengan tujuan tertentu; usaha yg dapat
menyebabkan seseorang atau kelompok orang tertentu tergerak melakukan sesuatu
karena ingin mencapai tujuan yang dikehendakinya atau mendapat kepuasan dengan
perbuatannya.
193. Eskplisit : gamblang, tegas, terus terang, tidak berbelit-belit; tersurat.
194. Empiris : berdasarkan
pengalaman (terutama yang diperoleh dari penemuan, percobaan, pengamatan yang
telah dilakukan).
195. Sistematis : teratur menurut sistem; memakai sistem; dengan cara yang diatur
baik-baik.
196. Sampel : sesuatu yang
digunakan untuk menunjukkan sifat suatu kelompok yang lebih besar; bagian kecil
yang mewakili kelompok atau keseluruhan yang lebih besar.
197. Perception = persepsiàAnggapan seseorang terhadap sesuatu.
198. Psychiatric illness = penyakit
kejiwaanàPenyakit yang diderita seseorang
karena adanya gangguan pada jiwanya.
199. Concept of sacrifice = konsep
pengorbanan diriàKonsep yang biasanya digunakan
sebagai alasan atas hal yang seseorang anggap hal itu sebagai perjuangan.
200. Concept of altruistic = konsep bersifat mementingkan kepentingan
orang lain àHal ini membuat kepentingan
kelompok sebagai hal yang paling utama di atasa segala-galanya.
201. Sociodemographic characteristic =
karakteristik sosiodemografià Sosiodemografi itu seperti jenis
kelamin, umur, agama, status ekonomi social, etnis, level pendidikan dan status
perkawinan.
202. Martyrdom activity = kegiatan
kesyahidan àDalam artikel ini kebanyakan para
pembom bunuh diri menganggap hal ini sebagai kegiatan kesyahidan.
203. Poorest classes = kelas termiskin
àDalam artikel ini biasanya adalah
orang-orang pada kelas bawah lah yang mau menjadi pembiom bunuh diri, namun
tidak selalu.
204. Religious fanaticism = fanatic
terhadap agama àBiasanya para pembom bunuh diri
ini fanatic akan agama namun, tidak menerti arti kesyahidan sesungguhnya.
205. Risky Behaviors (Perilaku beresiko)
206. Risk-Taking Behaviors (Perilaku
pengambilan resiko)
207. Parental Consent (Persetujuan
menjadi partisipan penelitian yang dikirimkan ke orangtua subjek)
208. MANOVA (Multivariate Analysis of
Variance)
209. Self-Generated Benefits
(Keuntungan yang dirasakan atau di buat oleh diri sendiri)
210. Self-Generated Risks (Resiko yang
dirasakan atau dibuat oleh diri sendiri)
211. Growth Trajectories (Lintasan
pertumbuhan)
212. LGMMing (Latent Growth Mixture
Modelling (Model alih lintasan yang tidak bisa diketahui)
213. Person-Centered Strategies
(Strategi dengan menjadikan subjek sebagai inti dari strategi tersebut)
214. Cluster-Analytic Approach (Pendekatan
peneltian dengan menganalisa kelas-kelas atau lapisan strata dengan sistem
horizontal)
215. Emotional Distress (Ketakstabilan
emosi)
216. Self-Medication (Pengobatan
mandiri)
217. empathy
= Empati, kemampuan
untuk merasakan keadaan emosional orang lain
218. Down’s syndrome = keterbelakangan pertumbuhan fisik
dan mental
Komentar