COPING STRESS
Coping Stress
1. Pengertian coping stress
Coping
menurut Compas et al. (1997) adalah
usaha-usaha kognitif dan perilaku yang dibuat oleh individu untuk menguasai dan
memanage ketegangan secara terus-menerus. Coping
terdiri dari respon (pikiran, perasaan dan tindakan) yang individu menggunakan
untuk menghadapi situasi bermasalah yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari
dan dalam keadaan tertentu. kadang Kadang masalah ini diselesaikan dan
terkadang diabaikan oleh individu yang mencoba untuk berurusan dengan
lingkungan (Frydenberg, 1997).
Menurut Lazarus dan Folkman (1984) coping didefinisikan sebagai perubahan
kognitif secara konstan dan usaha perilaku untuk mengelola tuntutan eksternal atau
internal yang spesifik (termasuk konflik antara eksternal atau internal) yang
dinilai memberatkan atau melebihi sumber daya orang tersebut.
Berdasarkan
definisi tersebut, penulis menggunakan definisi yang dijelaskan Compas
et al. (1997) yang merupakan usaha-usaha kognitif dan perilaku yang dibuat oleh
individu untuk menguasai serta mengelola ketegangan secara terus-menerus.
2. Dimensi coping stress
Menurut Lazarus dan Folkman (1984) ada 2
dimensi coping yaitu problem-focused coping dan emotional-focused coping, yang akan dijelaskan
sebagai berikut:
1. Problem-focused
coping
Problem-focused
coping merupakan suatu proses kognitif yang diarahkan untuk
mengurangi tekanan emosi dan termasuk strategi seperti menghindari,
minimalisasi, distansi, perhatian selektif, perbandingan yang positif, dan
merebut nilai positif dari peristiwa negatif. Problem-focused coping juga termasuk strategi yang terintralisasi
diri individu.
2. Emotion-focused
coping
Emotion-focused
coping atau cognitive
coping merupakan strategi mengatasi emosi yang terfokus pada masalah, hampir
sama dengan strategi yang digunakan untuk pemecahan masalah. Seperti, berfokus
pada usaha untuk mendefinisikan masalah, menghasilkan solusi alternatif,
menilai dari segi biaya dan manfaat, memilih, dan bertindak. Namun, emotion-focused coping mencakup yang
lebih luas dari strategi berorientasi pada masalah daripada pemecahan masalah.
Pemecahan masalah menyiratkan tujuan, proses analitik yang difokuskan terutama
pada lingkungan.
Menurut Compas et al. (1997; 2001; September, 2005;
Connor-Smith et al., 2000),
ada 5 dimensi coping stress yaitu
sebagai berikut:
1.
Primary
control engagement yaitu usaha yang mengarah
untuk mempengaruhi kejadian, kondisi dan emosi pada objek secara langsung. Misalnya,
problem solving (pemecahan masalah) misalnya,
membuat rencana aksi dan mengikutinya,
emotional regulation (regulasi emosi),
emotional expression (mengekspresikan emosi)
2.
Secondary
control engagement yaitu usaha untuk menyesuaikan dengan
dan beradaptasi pada lingkungan atau
stressor (sumber stres). Seperti, acceptance (menerima), distraction (distraksi), cognitive restructuring (restruktur
kognisi) misalnya, dengan berfokus pada aspek positif dari situasi), positive thinking (berpikir positif)
3.
Disenggagement
coping mengarah pada usaha untuk menjauhkan diri sendiri
pada stressor secara emosional, kognisi dan fisik. Seperti, denial (menyangkal), avoidance
(menghindar) misalnya,. tinggal jauh dari si pengingat tersebut, wishful thinking (berangan-angan) misalnya,
hanya berharap bahwa masalah itu tidak pernah terjadi,
4.
Involuntary
engagement menggarah pada respon otomatis yang
berorientasi kearah stressor dan terdiri dari rumination (perenungan), intrusive
thoughts (pikiran-pikiran yang menggaggu), emotional arousal (hasrat emosional), physiological arousal (hasrat fisiologis), impulsive action (aksi impulsif)
5.
Involuntary
disenggagement yaitu respon perilaku tidak terkontrol yang
berfokus menjauhi dari sumber-sumber stres. Seperti, emotional numbing (kekakuan emosi), inaction (kelambanan), escape
(melarikan diri) misalnya, menghindari kontak dengan orang lain, cognitive interference (intervensi
kognisi).
3. Pengukuran coping stress
Berdasarkan penelusuran peneliti
terhadap alat ukur coping stress, (dalam Frydenberg, 1997) alat ukur yang dapat
digunakan dalam pengukuran coping stress sebagai berikut:
1.
Responses
to Stress Questionnaire (RSQ; Compas et al., 2000).
2.
Adolescent
Coping Orientation for Problem Experiences Inventory (ACope;
Patterson & McCubbin, 1987).
3.
Stress
and Coping Inventory (SCI; Boekaerts et al., 1987).
4.
Kidcope
(Spirito et al., 1988).
5.
Life
Events and Coping Inventory (LECI; Dise-Lewis, 1988).
6.
Coping
Across Situation Questionnaire (CASQ; Seiffge-Krenke,
1993).
7.
Coping
Response Inventory: Youth Form (CRI-Y; Moos, 1993).
8.
Coping
Inventory for Adolescents (CIA; Fanshawe & Burnett,
1991).
9.
Adolescent
Life Change Event Scale (ALCES; Groƫr et al., 1992).
10. Adolescent Coping
Scale (ACS; Frydenberg & Lewis, 1993b).
Komentar